Tuesday, July 3, 2012

DEDAK KATUL BEKATUL FERMENTASI



                                       DEDAK KATUL BEKATUL FERMENTASI

Banyak permintaan dari rekan-rekan peternak yang menginginkan pembahasan tentang katul fermentasi. Permintaan ini di landasi pendapat yang mengatakan, bahan pakan ternak yang telah mengalami proses fermentasi mutu, kualitas, protein dan TDN(Total Digestible Nutrien) bahan pakan tersebut akan meningkat tajam.

Tapi benarkah seperti itu ? Coba nanti kita bahas bersama kebenaran praduga keilmuaan tersebut. Sebelumnya, harus di samakan terlebih dahulu persepsi tentang istilah-istilah dedak, katul, bekatul, fermentasi, ragi, urea…

                                                          KATUL

Biji bulir padi yang telah di pisahkan antara kulit luar atau sekam dari biji dalam atau istilah jawa wuloh biji padi berwarna merah kecoklatan. Setelah  proses penggilingan di pabrik atau Selepan istilah jawanya, akan keluar 2 hasil yang terpisahkan, beras putih dan katul. Oleh karyawan selepan seringnya di namakan katul gilingan pertama. Nilai nutrisi :

Protein : 12 %
Energi Metabolisme : 1680 Kcal/kg
Lemak : 13 %
Serat Kasar : 12 %
Ca : 0,12 %
P : 1,5 %
Na : 0,07 %
K : 1,7 %
CL : 0,07 %
Mn : 200 ppm
Zn : 30 ppm

                                                       DEDAK

Merupakan hasil samping dari pemisahan gabah/biji padi antara kulit sekam dan beras Wuloh, hasil sampingnya pecahan lembut dari kulit padi atau sekam. Hasil samping ini di campur dengan katul dengan perbandingan 70 : 30 katul hasilnya namanya Dedak.
protein : 9 – 10 %, energy metabolism 1300 Kcal/kg, dedak ini hanya cocok khusus untuk hewan ruminansia seperti kambing, domba, kerbau, sapi.

                                                       BEKATUL

Atau lebih terkenal dengan nama katul separator yaitu limbah dari penggilingan beras yang sudah berwarna putih, biasanya berat massa lebih tinggi di banding katul. Bekatul ini warnanya cenderung putih dan masih banyak ikutan beras pecah. Bekatul dan katul cocok untuk campuran formula pakan


unggas seperti ayam dan itik bebek, dengan nilai nutrisi :

Protein : 12 %
Energi Metabolisme : 2850 Kcal/kg
Lemak : 12 %
Serat Kasar : 3 %
Ca : 0,04 %
P : 1,4 %
Na : 0,07 %
K : 1,1 %
CL : 0,07 %

                                                  FERMENTASI

F
ermentasi merupakan proses pembiakan protein sel tunggal. Protein sel tunggal yang biasa di pakai adalah yang di produksi dengan media kultur cair missal : kefir, yoghurt, asam cuka. Sedang protein sel tunggal media subtract padat missal : oncom, tempe, tempe, kecap.

Tujuan awal fermentasi untuk meningkatkan nilai tercernak pakan, sehingga penyerapan nilai nutrisi pakan lebih optimal, yang pada akhirnya seharusnya produktivitas akan meningkat.

                                                      RAGI

Atau ada juga yang menyebutnya Laru, bibit atau biang jamur/kapang yang dipergunakan dalam fermentasi. Ragi tempe mengandung kapang Rhizopus orizae, yang pada pertumbuhannya mampu memecah susunan kimia protein komplek menjadi sederhana sehingga mudah di cerna.

Macam ragi yang biasa di gunakan, Rhizopus spec, Rhizopus oligosporus, Rhizopus ,champydosporus, Aspergillus niger, ragi tape atau mikro organism lain seperti EM 4, fermetan jerami atau yang lainnya lagi, karena sekarang banyak banget merk keluaran pabrik yang telah dijual bebas.

                                                    UREA

Urea di sini yang di maksudkan adalah urea yang sering di pakai buat pupuk tananman . Yang mana kandungannya 46 % adalah Nitrogen. Kenapa di pakai, untuk menjadi bom protein, bersama-sama dengan sisa subtract mineral, nitrogen urea dan sel-sel mikroba, beserta perombakan pati, meningkatkan nilai prosentase protein yang di namakan Protein Enrichment.

Y
ang perlu di perhatikan di sini, kebutuhan protein bangsa Unggas ayam dan bebek itik adalah protein yang berupa Asam Amino, kesepuluh asam amino komplit. Ini artinya penggunaan urea hanya di khususkan untuk hewan Ruminansia sapi, kerbau, kambing, domba. Yang mana dalam ke empat organ pencernakan banyak mengandung jutaan mikro organism yang membantu proses penyerapan nutrisi pakan.


                                             CARA PEMBUATAN

Bahan :

1. Katul
2. Mineral unggas dan ruminansia
3. Urea bagi ruminansia, unggas tidak memerlukannya

Alat-alat :
1. Drum, ember, plastic untuk pemeraman
2. Dandang/ alat kukus di sesuaikan  dengan yang di miliki

Langkah kerja :
1. Basahi katul dengan air buat “ pero “ saja, masukan dandang/alat kukus, masak 30 menit di hitung mulai airmendidih, hindari terlalu matang atau katul masukan ember kocori dengan air panas lalu aduk-aduk sampai merata, di buat “ pero “ juga.
2. Dinginkan katul, campur dengan urea 1 sendok the tiap 2 kg katul, mineral 1 sendok makan tiap 2 kg katul, ragi tape 1 butir tiap 4 kg katul. Kenapa di pakai ragi tape, karena harga murah…atau rekan rekan pingin tahu caranya buat ragi tape ? lain kali saja bahasnya ya………
3. Semua bahan di campur aduk sampai rata, lalu masukan dalam drum, ember atau plastic, tutup rapat udara ndak boleh masuk, 2 atau 3 hari, hasil terbaik 4 hari. Simpan di tempat teduh yang tidak terkena paparan sinar matahari.
4. Setelah jadi bisa langsung di berikan pada hewan ternak atau kalau ingin di simpan keringkan terlebih dahulu baru di kemas, jika pengeringan sempurna tahan hingga 2 bulan.selesai…….

GRUP FACEBOOK : AYAM KRESING SUPER
TWITTER : @BETHA_SUTRISNO
BLOG : BUMITERNAK-BETHA.BLOGSPOT.COM
EMAIL : BETHA_SUTRISNO@YAHOO.CO.ID








101 comments:

  1. selamat pagi pak Betha, saya mau tanya berapa nilai nutrisi katul fermentasi. terima kasih. teguh purworejo

    ReplyDelete
  2. katul fermentasi dengan urea protein jadi 20 - 35 %
    tanpa urea jadi 14 - 15 %

    ReplyDelete
  3. salam kenal mas betha , saya dr pasuruan jawa timur ....kebetulan saya ada usaha selepan kecil2 an....

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal pak umpama campuran fermetasi tadi di tambah dngan setarbio gimna hasilnya ,mksih

      Delete
  4. pak. Katul fermentasi bisa gk buat ransum bebek petelur, batasanya brp %? Mksh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau untuk ayam petelur bisa menggantikan porsi katul total....

      kalau untuk bebek petelur, seumpama campuran pakan hanya katul dan konsentrat...bisa setengah dari jumlah katul yang biasa di pakai.....

      tapi jika bebek sudah bertelur/ berproduksi ada resiko telur drop dulu, bukan karena katul fermentasi..tapi bebek perlu penyesuaian dengan pakan baru...

      di coba untuk bebek yang baru belajar bertelur saja mas...biar ndak ada resiko penurunan telur...

      Delete
  5. maaf pak nanya lagi,,hehe
    klo buat pakan bebek pedaging gmn cara menyusun ransum dgn bekatul fermentasi..
    Jika bahan pakan yg ada cuma tepung ikan, jagung dan bekatul fermentasi . . .
    Mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake acuan di sub judul " bebek pedaging+probiotik "
      tinggal sentrat 144 di ganti tepung ikan dan katul nya di ganti setengah dedak fermentasi dan setengah jagung....
      bobot yang di dapat meri lokal umur 2 bulan 1,2 - 1,45 kg

      Delete
  6. Azolla sangat kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan Beta- Carotene), mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, dan magnesium. Berdasarkan berat keringnya, mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan, ternak, dan unggas. Kami menyediakan BIBIT AZOLLA. Untuk pemesanan hubungi 0857 1790 7467, 0823 3234 8282 info selengkapnya tentang azolla: http://bibitazollagambiran.blogspot.com/2012/07/manfaat-tanaman-azolla.html

    ReplyDelete
  7. maaf pak Betha mau tanya? yang dimaksud mineral untuk unggas apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu mineral dengan merk " mineralB12 " dari PT EKA dan
      mineral kuning dari PT MEDION...

      banyak di jual di poultry shop mas....kemasan 1 kg....

      Delete
  8. Salam Kenal Pak Betha,
    Mau nanya apabila fermentasi bekatulnya dengan campuran urea dipakai untuk unggas, apa ada efeknya untuk unggas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. peruntukan urea sebenarnya untuk hewan ruminansia/berlambung jamak

      pada unggas, urea merupakan bom protein, sayangnya unggas tidak dapat mengubah nitrogen menjadi protein...seperti pada hewan ruminansia....

      tidak ada effek samping karena kelebihan nitrogen akan di buang bersama kkotoran

      Delete
  9. bos kalo fermentasi tanpa urea berarti peningkatan protein bekatul tidak begitu byk ya cm 2-3% saja, terus mau nanya lg nih bos, sayakan ternak ayam kampung pedaging kira2 campuran pakannya apa ya bila di kombinasi dg bekatul fermentasi, maaf nih byk tanya , trimakasih saya tunggu jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk pakan ayam pedaging perlu protein 19-20% dan energi kisaran 2800-3000 Kkal/kg

      bahan pakan yg di pakai bisa jagung, katul, bungkil kedelai/sentrat ayam petelur protein 32-39%, tepung daun, tepung ikan dan bahan pakan alternatif.

      Delete
  10. Sangat bermanfaat mas artikelnya...... Mau tanya kalo fermentasi pake mikroba serbuk ... Apa hasilnya sama dengan memakai kapang tempe tsb? Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau yang di maksud adalah starbio...bisa mas....lebih bagus bila di kombinasikan dengan ragi....

      Delete
  11. pak.. apa katul harus di rebus dulu?? bedanya dmn kalo gak direbus katulnya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya harus di kukus dulu...
      jika tidak di kukus biasanya tidak jadi
      seumpama jadi pun kwalitas bagusan yg di kukus...

      Delete
  12. Apa tujuan di rebus pak.? apakah biar lebih steril.? kandungan Vitaminnya apa tidak berkurang.? Maksih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di samping untuk sterilissi juga buat memecah ikatan serat kasar sehingga nanti penyatuan dengan feed suplement
      bisa sempurna, di samping perombakan oleh MO/kapng bisa lebih mudah.....kan suhu yang di perlukan tidak terlalu tinggi dan perebusan juga tidak lama...

      Delete
  13. apakah dampaknya apabila stlah 4hri, fermentasi tetap ditutup terus/dilanjutkan.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. akan terbentuk alkohol yang berlebih...dan ini tidak bisa di manfaatkan oleh ternak

      Delete
  14. Maaf, Apakah dampaknya bagi bebek, apabila stelah 4hari, proses fermentsi tetap terus dilanjutkan.? terima kasih.

    ReplyDelete
  15. mau tanya pak.. kalo saya pake em4, berapa takarannya untuk 2 kg bekatul?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesuaikan saja dengan takaran di atas....

      Delete
  16. you-dee

    Salam kenal mas.. mau tanya, apa ada perbedaan hasilnya pada katul fermentasi pake ragi tempe dgn ragi tape?

    bls

    ReplyDelete
  17. hasil dr dedak fermentasi apakah juga menghasilkan enzim phytase?

    ReplyDelete
  18. Salam Kenal mas Betha.. selama ini sy memfermenntasi dedak dengan EM-4, pertanyaan sy : apakah bisa fermentasi Katul dengan EM-4 dan di tambahkan ragi tempe atau tape..apakah hasilnya akan lebih bagus terutama nilai proteinnya ? apakah prosesnya tetap anaerob. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ndak papa mas...tetap anaerob
      semakin bervariasi mikroorganisme dan kapang yearst yang di gunakan makin bagus hsilnya

      soal peningkatan protein, itu merupakan hasil samping saja sebab tujuan utama fermentasi adalah meningkatkan nilai tercernak bahan pakan....

      tapi memang ada kenaikan protein pada proses fermentasi yang menambahkan urea ...tapi ini terbatas penggunaannya untuk hewan ruminansia saja...

      Delete
  19. Salam kenal mas, selain katul apakah jagung juga perlu difermentasi untuk meningkatkan nilai tercernak bahan pakan? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ndak papa mas
      sebenarnya kan semua bahan pakan perlu di fermentasi
      karena setiap bahan pakan kan memeliki kadar serat kasar yang berlainan, dengan fermentasi SK akan turun sehingga nilai nutrisi yang terserapakin tinggi....

      Delete
  20. saya mo tanya mas... Hasil fermentasi bagus nggak untuk pakan ikan ? Lele misalnya.
    trim,s

    ReplyDelete
  21. mas gimana cara memproses kedelai menjadi pakan,yg saya lakukan selama ini dari perendaman,pengelupasan,digiling dalam keadaan basah.apakah masih ada zat anti nutrisinya? yg kedua apakah bisa konsentrat petelur dirangsum sendiri di turun kan kadar proteinya trus dijadikan pakan broiler?

    ReplyDelete
    Replies
    1. metode pemanasan atau perendaman
      keduanya bisa dipakai

      Delete
    2. konsentrat petelur bisa untuk di formula buat ayam pedaging...tapi konsentrat kusus ayam pedaging kan ada mas...

      Delete
  22. Salam sukses Pak Betha
    saya mau tanya kalo sesuai artikel dan pertanyaan - pertanyaan diatas itu berarti bekatulnya difermentasi terlebih dahulu baru dicampurkan dengan bahan baku pakan lainnya. yang menjadi pertanyaan saya apakah bisa kalau bekatul dan bahan baku pakan lainnya dicampur terlebih dahulu kemudian baru difermentasi bersamaan ?? apa ada perbedaan ?
    terima kasih
    sugeng rahayu

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya rasa hasil akan lebih bagus lagi...
      karena semuannya di fermentasi

      Delete
    2. Kalo untuk pakan kelinci bagaimana Pak Bertha

      Delete
  23. saya ingin konsultasi dgn bpk, via apa..? atau bs ketemu bpk dimana, kebetulan saya di Solo Baru

    ReplyDelete
    Replies
    1. ALAMAT DAN NO HP

      Bagi rekan rekan yang akan main ke rumah, coba nanti tak buatkan ancer ancer agar lebih mudah mencarinya.

      Dari arah jogja :

      Ikuti jalan jogja-solo>prambanan>pabrik susu SGM>pabrik tebu Gondang Winangun>pasar sargu>RS Tegalyoso>ikuti jalan kota klaten jalur alternative>terminal klaten, sampaijalan jogja solo lagi>ambil kiri arah solo sampai PT Widya Dharma>mlese>sampai ¼ karangwuni di tengah jalan ada pohon beringin, kana nada SPBU dan kiri ada BULOG, pada lampu merah karangwuni ambil kanan>ceper>kurung cetan>pedan di 1/3 arah karangdowo ambil kiri 3km> SMP N 2 Karangdowo>kampong banaran belakang Bank BKK>rumahku. Rumah di tepi jalan raya jadi mudah untuk di cari….

      Alamat komplit :
      jalan raya karangdowo-pedan km 1, banaran RT 1 RW 1 pugeran karangdowo klaten

      No HP : 085229779252

      Delete
  24. informasinya mas ini sagat membatu saya yang sedang belajar beternak. ... ohya mas katul dan bekatul setelah di fermentasi tu kandungan serat kasarnya jadi berapa ya mas...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya penjelasan di atas sudah ada mas

      Delete
  25. Terima kasih anda telah memberikan kesempatan untuk berkomentar. Artikel anda sangat bagus. Semoga bermanfaat untuk semua

    ReplyDelete
  26. gan@ klo ga dikasih urea gmn,,,hnya katul ma ragi tempe saja?

    ReplyDelete
  27. Mas apa untuk ayam arab bisa dikasih full 100% pakan fermentasi katul tanpa campuran bahan lainnya?
    Kalau tidak bisa formulanya apa saja supaya mencukupi kbutuhan nutrisinya agar tidak mengganggu proses bertelur.
    Mhn penjelasanya saya pemula pingin ternak ayam arab.
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak bisa

      karus di formulakan dengan jagung dan konsentrat, untuk petelur perbandingan 1:1:1

      Delete
  28. slamat malam pak betha!!.. artikelnya bagus2... bsa ga minta di muat komposisi jagung, ubi kayu (singkong) dan ubi jalar. yang sudah di fermentasi.??? trima kasih sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf!! maksdnya komposisi nutrisi..

      Delete
  29. Salam kenal , sy Yudi dr blitar
    saya sudah coba memfermentasi bahan baku ( katul , kulit kacang , jagung , tumpi , ampas tahu ) dgn EM4 .
    Setelah 3 hari saya berikan ke Kambing ,
    Hasilnya kambing Tidak mau Menyantapnya ... sy konsulkan ke rekan Infonya bahwa kambing tidak suka akan bau Kecut.
    Kemudian saya coba menyangrainya sampai kering .. tetap tidak mau
    Retahir saya coba dengan meletakkan di bak plastik dan di atasnya saya beri potongan Terong di onggokkan saja ... tetap tidak mau memakan terongnya , padahal bila terong di berikan terpisah sangat laham.
    adakah proses fermentasi / peragian / spora yang hasil baunya kecil ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertama kali di berikan memang tidak mau begitu pun pada sapi...
      ternak harus di puasakan sehari dulu ,cuma di kasih air minum saja
      setelah di puasakan baru di berikan hasil fermentasi....pasti mau......

      Delete
  30. mas, jika complete feed difermentasi, kira2 hasilnya bgmn? kira2 nutrisinya berubah apa tdk?

    ReplyDelete
  31. Salam Kenal P,Betha Sutrisno,,kl to ayam kampung di masukin formula berapa persen pak,,kl dengan bahan baku katul,jagung dan kons layer,,Thanks

    ReplyDelete
  32. Salam Kenal P,Betha Sutrisno,,saya mau tanya kalau bekatul diganti dengan jerami padi apakah bisa,....? ini untuk pakan kambing/sapi

    ReplyDelete
  33. Salam Kenal P,Betha Sutrisno,,kl untk ayam kampung pedaging di masukin formula berapa persen pak,,kl dengan bahan baku katul fermentasi,jagung dan kons bebek petelur,,Thanks

    ReplyDelete
  34. kalau untuk ayam broiler umur berapa di kasih nya nya om, kombinasi sama bravo 511 untuk 10 kg pakan berapa dedak nya om...

    ReplyDelete
    Replies
    1. di coba saja dulu bertahap hingga ketemu prosentase yg tepat, pada fermentasi ampas tahu masuk 40%

      Delete
  35. Pak apakah proses fermentasi bekatul unt konsumsi manusia juga sama? Saya ingin membuat unt suplemen makanan. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang bisa di jadikan supplement hanya KATUL buka dedak bukan bekatul

      sama....hanya bakteri mikroorganisme nya yang berbeda

      mau di komersilkan mbak....?

      Delete
  36. mas betha mohon saran...
    gmn cara proses fermentasi ampas rumput laut untuk ruminansia dan unggas dengan menggunakan EM4??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kondisi ampas rumput laut kering aapa basah?

      Delete
  37. kondisi ampas rumput laut mamel mas...

    ReplyDelete
  38. kadar air ampas rumput laut sekitar 40% mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebentar , ini mau di tujukan untuk makanan manusia atau ternak?

      Delete
    2. ini untuk pakan ternak mas, soalnya cuma ampasnya aja//
      mohon saran...

      Delete
    3. untuk pakan ternak mas,..

      Delete
    4. untuk pakan ternak mas,..

      Delete
    5. kalau untuk ternak, bisa dengan cara pada dedak atau ampas tahu...
      kocori air panas baru di fermentasi dosis takaran ngikut dedak atau ampas tahu

      Delete
  39. Salam kenal mas bertha...
    mohon penjelasannya mas, kalo untuk pakan ikan bahan2 yg dbutuhkan untuk fermentasi apakah sama dengan pakan sapi/unggas?

    maturnuhun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda mas

      nanti ada draff ' pellet apung sistem fermentasi ' dengan bahan alternativ limbah... tapi belum di publikasikan...tungu saja ya.....

      Delete
  40. Mas mau tanya..??
    Klau fermentasi bekatul untuk unggas caranya gimana mas..???
    Apakah perlu di kukus dan di tambahkan gula pasir atau tidak..??
    Trus biar bekatul fermentasi bisa bertahan lama caranya gimana..??
    Trima kasih atas infonya dan mohon di blas mas..!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. artikel blog sudah ada mas......cari sendiri ya..........

      Delete
  41. mas betha sutrisno,

    mohon pencerahannya,
    1. u/ proses pembuatan katul diatas, katulnya berapa kilogram ?
    2. kalo jerami padi yang mau difermentasikan, jeraminya kering atau gimana ?

    terimaksih mas atas jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hitungannya sdh di jelaskan di atas
      jerami fermentasi baru draff

      Delete
  42. Salam sejahtera pak Bethta, mau tanya:
    1. kalau katul fermentasi tsb diberikan bebek petelur sebagai makanan selingan apakah akan berpengaruh pada produksi telurnya.
    2. Memang itik petelur sangat sensitif thd perubahan rangsum, tapi kalau diberikan secara bertahap apakah akan terjadi jedah penyesuaian juga, setelah jadi makanan selingan. Trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk amannya berikan pd bebek yang akan bertelur

      Delete
  43. Permisi ,,klo dedak kasar untuk pakan bebek petelur apakah baik .?

    ReplyDelete
  44. salam kenal pak bethta,,,

    kalau untuk pakan lele, penambahan urea itu mempengaruhi penambahan proteinnya tidak? atau cuma untuk hewan rumen saja?

    jadi kalau selain hewan rumen walau ditambah urea tidak berpengaruh pada penambahan nilai proteinya?

    ReplyDelete
  45. Assalamualaikum...
    salam kenal pak Betha, saya Muhamad Arivin.
    Baru ingin mencoba usaha ternak bebek potong.
    Mau tanya,fermentasi pakan seperti yang di jelaskan di atas apa bisa langsung di berikan kepada bebek yang masih berusia 1hari.
    Jika tidak bisa, mulai usia berapa bebek dapat di beri pakan fermentasi seperti itu ?
    Mohon penjelasanya Pak,
    Terimakasih Atas sarannya...

    ReplyDelete
  46. Fermentasi ini apa bermaksud mempercepat usia panen pada ayam kampung cepet berat misalnya ato bebek jantan?

    ReplyDelete
  47. apakah semua pakan yang akan difermentasi harus dikukus/dimasak dahulu kemudian difermentasi???makasi tuk infonya

    ReplyDelete
  48. Salam kenal mas betha... tolong kasi tau kita dong bahan bahan untuk membuat konsentrat puyuh petelur? masalahnya konsentrat di daerah saya lombok timur prov.NTB sangat mahal 380rb yang 50kg. terima kasih..

    ReplyDelete
  49. penambahan tetes tebu di fermentasi ada pengaruhnya ga

    ReplyDelete
  50. apa bisa untuk pakan jangkrik mas

    ReplyDelete
  51. good makasih infonya sangat mendukung dan jelas. layak untuk di coba. !

    ReplyDelete
  52. Mas ragi rhizopus oligosporusnya dijual dengan satuan apa dan minimal berapa? itu bisa dipakai untuk fermentasi tempe bukan?
    mohon pencerahannya, Terima Kasih

    ReplyDelete
  53. salam kenal mas betha..
    mau tanya, apabila komposisi ransum untuk ayam petelur menggunakan Konsentrat 20% (protein 35-37%)+dedak40% + jagung 40% di mix dan kemudian di fermentasikan, apakah hasilnya akan bagus untuk produksi telur?

    ReplyDelete
  54. Maaf mas, mau nanya.
    jika untuk ayam bangkok agar cepat besar n tulangan tebal. komposisi fermentasinya apa saja? terima kasih.

    ReplyDelete