Wednesday, May 30, 2012

SISTEM SELEKSI AYAM DAN BEBEK TETUA



                                   SISTEM SELEKSI AYAM DAN BEBEK TETUA   

Apa itu seleksi ? proses pemilihan personal ternak atau sekelompok  ternak berdasar penampilan karakter keunggulan tertentu dan ternak yang terpilih akan di jadikan sebagi calon induk/tetua. Karakter apa saja yang di pakai untuk menentukan penampilan , untuk di gunakan dalam proses penyeseksian adalah :

1. Keunggulan penampilan yang telah lalu atau PEDIGREE.
2. Keunggulan penampilan saat ini atau seleksi INDIVIDU/MASSA
3. Keunggulan penampilan yang akan datang atau seleksi FAMILY

                                                     SELEKSI PEDIGREE

Metode seleksi pedigree, melihat dan mencatat penampilan produktivitas keturunan ternak yang telah lalu. Setiap individu yang ber penampilan ekonomi bagusl dan berasal dari induk/tetua yang berpenampilan ekonomi  bagus juga , lebih unggul di bandingkan individu yang berpenampilan bagus pula, tapi berasal dari induk/tetua berpenampilan ekonomi yang jelek. Tapi harus di perhatikan juga, induk/tetua berkarakter ekonomi bagus, tidak akan selalu, keturunannya pasti karakter ekonominya bagus seperti induknya : keturunanya itu dapat berkarakter lebih bagus atau bisa pula lebih jelek.

Hal tersebut di atas harus benar-benar di perhatikan oleh peternak pembibit/Breeder. Dalam melakukan seleksi berdasar penampilan dari induk/tetua yang dimilikinya. Agar hal itu dapat terlaksana seefisien mungkin, maka Breeder harus punya Recording yang lengkap, teratus dan kontinyu dari induk/tetua yang di hasilkannya.

Seleksi pedigree memerlukan waktu yang lama, peralatan yang komplit dan urutan prosedur pemuliabiakan yang terprogram teratur dan terarah. Ini memerlukan investasi modal yang mahal, makanya jangan terlalu banyak protes bila DOC/DOD yang di hasilkan Breeder yang bertanggungjawab dijual dengan harga yang agak mahal.

                                                    SELEKSI INDIVIDUAL/MASSA

Seleksi massa adalah mengansumsikan
bahwa penampilan ekonomi/keunggulan, individu yang ada saat itu adalah pencerminan dari sifat ke-BAKA-an individu tersebut. Pada karakter tertentu dugaan seperti ini memang ada benarnya. Oleh karenanya pelaksanaan seleksi menjadi begitu mudah, cukup memeilih individu individu yang menunjukan penampilan yang di kehendaki, dan proses seleksi pun selesai.

Pekerjaan selanjutnya hanyalah memuliabiakan individu terpilih tersebut, tetapi karakter yang menguntungkan  tidaklah sesederhana itu. Karakter tersebut di pengaruhi oleh banyak sifat keBAKAan yang berlainan. Sehingga penampilan yang menguntungkan saatini pada induknya belum tentu akan di turunkan pada anaknya. Atau malahan sifat penampilan yang jelek yang akan di turunkan pada anaknya, hal ini bisa saja terjadi

Karenanya, kekeliruan bisa saja terjadi, pada saat pemilihan individu yang akan di jadikan induk, jika seleksi di lakukan pada factor factor penampilan ekonomi sekarang ini saja. Semua ini terjadi bukan hanya di sebabkan oleh banyaknya dan sulitnya mengenal sifat keBAKAan. Tetapi bisa juga di sebabkan pengaruh dari lingkungan sekitar, terhadap karakter kebakaan.

Seleksi massa/individual yang di dasarkan atas penampilan lahiriah atau Penotif , mungkin efektif terhadap individu tertentu, belum tentu pada individu yang lain. Tidak perlu di sangsikan bahwa berdasar seleksi massa atau individu, perbaikan produksi telur dapat di tingkatkan dari 150- 175/tahun menjadi 200 – 250/tahun/individu atau percepatan pertambahan bobot tubuh lebih dapat di tingkatkan kembali.

Tapi perlu di perhatikan ketergantungan pada seleksi massa atau individu, ada keterbatasan pada titik tertentu setelah mencapai puncak perbaikan genetic. Apabila titik puncak perbaikan genetic tercapai dan terus masih dilakukan seleksi maka hasilnya sudah pasti akan jelek dengan produktivitas yang menurun tajam.

Perbaikan dan peningkatan penampilan karakter ekonomi ternak yang telah di capai berdasarkan seleksi massa bisa lebih di tingkatkan kembali. Dengan jalan mengeliminasi yang tidak di kehendaki umpamanya: pernah kena penyakit, telur kecil, telur besar tapi mudah retak, telur tidak bisa keluar, mudah mati, asupan pakan boros, ayam mati muda, dan masih banyak lagi missal: postur tubuh menyimpang, bentuk comb tidak sesuai induk, pewarnaan paruh, kaki, kulit atau bulu, jumlah jarikaki berlebih, cacat bawaan, tumbuhnya bulu jambul dikepala.

Banyak kelompok ayam yang masih bisa di perbaiki karakternya, tapi setelah mencapai titik maksimum,maka perlu di cari metode seleksi lain. Jika tidak bisa, itu artinya itulah akhir dari seleksi yang dapat di lakukan, harus puas sebagai akhir dari pemuliabiakan ternak tersebut.

                                            SELEKSI FAMILY

Dasar seleksi pemuliabiakan modern adalah seleksi family, bukan seleksi massa/individual.Pondasi pelaksanaan seleksi family adalah seekor individu ternak di nilai berdasarkan kesanggupan menurunkan karakter ekonomi yang diinginkan pada keturunannya, bukan hanya penampilan karakter ekonomi yang ditunjukan pada saat dirinya di observasi.

Contoh sederhana pemuliabiakan berdasar seleksi family atau pemuliabiakan Genotif adalah seleksi terhadap sifat keBAKAan balung kacang.Keturunan atau anak-anak yang di peroleh dari perkawinan individu-individu yang berbalung kacang dan tunggal, semuanya keturunan berbalung kacang, akan tetapi seandainya keturunannya tersebut saling di kawinkan satu sama lain/Inbreeding maka hasilnya adalah individu yang berbalung kacang dan tunggal seperti neneknya.

Apabila keturunan yang berbalung kacang dari hasil generasi ke dua ini diuji kemurnian sifat keBAKAan berbalung kacang, maka sebagian murnidan sebagian lagi terus menghasilkan berbalung kacang dan tunggal. Ini artinya keturunan berbalung kacang generasi kedua ini, secara Penotif/ lahiriah sama, akan tetapi secara Genotif berlainan, ada yang murni dan tidak.

Pengujian semacam ini namanya pengujian keturunan atau Progeny Test, inilah cara yang utama untuk pengambilan data-data penampilan individu bagi pelaksanaan seleksi family. Ini berarti pengujian progeny test adalah analisa yang teliti terhadap hasil hasil yang diperoleh dari berbagai macam perkawinan individu, agar perkawinan selanjutnya dari keturunan individu-individu tersebut dapat dilaksanakan demi kepastian untukmendapatkan individu-individu berkarakter ekonomi yang lebih baik lagi. Contoh di atas ilustrasi sederhana untuk menerangkan proses pengambilan data-data tentang kesanggupan individu tertentu  untuk menurunkan karakter tertentu pada anak-anaknya.

Mumet yo mas…saya saja memahaminya perlu membacanya berulang kali dan perlu banyak literatur untuk memahami maksudnya…lebih untung lagi saya langsung bisa mempraktekannya, sehingga lebih mudah melekat di otak.Kalau Cuma membayangkan saja…perlu waktu mengerti dan paham lebih lama,hohoho….
Kalau pas lagi mumet…bener-bener mentok..istirahat saja dulu….maen buka grup Ayam Kresing Super atau buka blog : BUMITERNAK-BETHA.BLOGSPOT.COM

Untuk karakter ekonomi , daya hidup, produksi telur dan seterusnya seperti yang telah saya kemukakan diatas. Progeny Test tidaklah sesederhana seperti yang di atas. Karakter karakter ekonomi tersebut bukan merupaan satu sifat keBAKAan tunggal sederhana, tetapi merupakan sifat kebakan kwantitatif kompleks. Oleh karenanya penilaian data-data penampilan karakter ekonomi yang di inginkan dari individu yang berasal dari satu kelompok family, bukanya di dasarkan atas kemurnian Genotif, seperti contoh kasus balung kacang tersebut, akan tetapi penilaian di dasrkan atas frekwensi tertinggi dan kontiyuitas kemampuan individu individu itu untukmenurunkan penampilan karakter ekonomi yang di inginkan pada anak cucunya.

Jadi yang di pertimbangkan dalam penilaian adalah penampilan individu yang menggambarkan
“ penampilan “  family berdasarkan pengujian progeny test. Di sinilah letak perbedaan antara pelaksanaan seleksi family dan seleksi massa/individu.

Fase
seleksi family ada dua yaitu fase progeny test dan fase pengujian kakak-adik/BROTHER TEST.
Pengujian progeny test metode untuk menilai sepasang bibit berdasarkan “ penampilan “ keturunanya di bandingkan dengan “penampilan “ keturunan yang di turunkan oleh sepasang bibit yang lain selama satu masa pemuliabiakan yang sama. Perlu waktu lama untuk mendapatkan data
“ penampilan “ setidaknya satu tahun, seperti untuk produksi telur, fertilitas, daya tetas dan sebagainya. Inilah masalahnya, karena induk-induk yang belum di ketahui baik buruknya harus di pelihara terus selama belum di ketahui data penampilan dari keturunannya dan bibit ini bisa saja mati di tengah jalan sebelum data penampilan di peroleh. Untuk mengatasi persoalan ini, maka di pergunakan data produksi telur dari bulan-bulan pertama untuk memperkirakan data produksi telur tahunan.

Karena keterlambatan untuk mendapatkan data lengkap dari hasil pengujian progeny test,maka peternak pembibit atau Breeder dapat melakukan pelaksanaan pengujian Brother Test/kakak adik.
Breeder memilih data data berdasarkan kenyataan danpenampilan dari kakak dan adiknya.



Jadi pengujian kakak adik adalah penilaian terhadap individu berdasar penampilan atau kenyataan dari kakak dan adik dan ini di laksanakan sebelum dia berkesempatan mempunyai keturunan.

Kombinasi pelaksanan dari kedua fase pengujian tersebut, di atas dapat mempercepat pelaksanaan seleksi dan memberikan hasil seleksi yang optimal. Agar satu program pemuliabiakan dapat lebih cepat mencapai hasil yang ekonommis maka sebaiknya breeder melaksanakan seleksi individu dan family yang berdasarkan pengujian progeny dan brother test. Namun perlu di ingat, program pemuliabiakan dapat berhasil baik kalau benar-benar 100% pelaksanaannya. Kalau kurang dari 100% maka tidak akan pernah memberikan hasil yang memuaskan, melainkan hanya merupakan penghamburan uang dan tenaga.

Pusing mas….sama, hohoho……Kunci dari ini semua sebenarnya sudah saya buka di postingan
“ artificial insemination/ kawin suntik “ dan “ cara membuat ayam dan bebek jenis baru “ dan “ system sexing doc ayam “ dan “ ayam kresing super “

GRUP FACEBOOK : AYAM KRESING SUPER
TWITTER : @BETHA_SUTRISNO
BLOG : BUMITERNAK-BETHA.BLOGSPOT.COM
EMAIL : BETHA_SUTRISNO@YAHOO.CO.ID






No comments:

Post a Comment