Friday, September 12, 2014

DOSIS PENGENCER KAWIN SUNTIK UNGGAS

No comments:
                  DOSIS PENGENCER KAWIN SUNTIK UNGGAS

Keuntungan pertama yang di dapat jika melakukan kawin suntik unggas( ayam, bebek, entog, kalkun, ayam hutan) adalah efisiensi dalam pemberiaan pakan dan jumlah jantan yang di pakai . Sebab 1 jantan bisa buat 25-50 ekor betina, hitung saja berapa pakan yang bisa di hemat.

Tentang mekanisme aplikasi kawin suntik, sudah tak bahas tuntas buka di blog bumiternak tidak saya ulang lagi. Yang kita bahas nanti soal media pengencer air mani/sperma ayam jago diantaranya NaCL 0,9/air infus, kuning telur dan air kelapa.

Atau tanyakan langsung pada praktisi Mas Mosafrisal, pelaku lapangan inseminasi buatan kawin suntik pada ayam yang langsung praktek ke peternakan. Kalau saya pada soal kawin suntik hanya praktisi pada skala ujicoba penelitiaan.

Hasil sementara penelitiaan yang di dapat membuktikan bahwa dosis pengencer punya pengaruh terhadap daya tetas telur. Melalui rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 2 dengan faktor perlakuaan 4 macam dosis pengencer di dapat hasil :

Model pertama, dosis 50 juta sperma motil/ 0,1 ml sperma pengencer, model ke dua dosis 40 juta sperma motil/ 0,1 ml sperma pengencer, model ke tiga dosis 30juta sperma motil/ 0,1 ml sperma pengencer, model ke empat dosis 20 juta sperma motil/ 0,1 ml.

Sedang faktor perlakuaan dua macam, yang pertama dengan NaCL 0,9%/ air infus, ke dua NaCL 0,9% yang sudah di campur kuning telur dengan perbandingan 4 bagiaan BaCL dan 1 bagiaan kuning telur. Setiap perlakuaan mendapatkan 5 ekor induk sedang produksi sebagai ulangan.

Hasil yang di dapat seolah tidak tampak nyata tidak signifikan, tapi bila di cermati akan nampak, bahwa masing masing hasil perlakuaan mencatatkan :

Dengan dosis 30 juta sperma motil / 0,1 ml sperma pengencer di hasilkan 76,4 %. Dengan dosis 50 juta sperma  motil/0,1 ml di capai hasil 74,9 %, sedang pada dosis 20 juta sperma motil 0,1 ml hanya mencapai 67,4 %.

Dari hasil penelitian jelas nampak bahwa pengaruh faltor dosis terhadap daya tunas telur tertinggi di capai pada dalam dosis 30 juta sperma motil 0,1 ml, tapi hasil ini juga membuktikan bahwa hasil tidak terlalu berbeda nyata (P>0,05)

Sedang pengaruh faktor pengencer sperma terhadap daya tetas telur tertinggi di capai dengan hanya menggunakan NaCL 0,9/ air infus saja. Yaitu 79,9 % daya tetas. Sementara perlakuaan ke dua NaCL dengan kuning telur daya tetas hanya 70 %.

Pengaruh interaksi ke dua faktor perlakuaan, baik jumlah sperma motil maupun pengencer sperma, terhadap daya tunas telur memang menunjukan perbedaan yang tidak nyata. Namun pengaruh faktor dosis IB/kawin suntik 30 juta sperma motil 0,1 ml sperma dalam pengencer
NaCL 0,9 % menghasilkan daya tetas telur tertinggi.



\m/
aku ora popo
sluman slumun slamet
hayu hayu hayu
rahayu engkang sami pinaggih




Grup facebook : ayam kresing 3 AKS
twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
085229779252


Monday, September 8, 2014

MBM MEAT BONE MILL

No comments:

MBM meat bone mill
tepung daging dan tulang
protein 5o % energi metabolisme min 2500 kcal/kg
harga 8.000/kg
pembeliaan tanpa batas minimal
kalau di ambil sendiri
bisa beli eceran.....
warna MBM coklat tua
bau...? suedep poll..wangi daging...
dalam minggu ini stock sementara
1 ton saja..tapi terus berkelanjutan
siap di order....

BUMITERNAK KLATEN
085229779252
hayu hayu hayu
rahayu engkang sami pinanggih

ENKA GAS BROODER

No comments:






                                                        ENKA Gas Brooder 
harga :
pembelian 1 buah Rp 750.000
pembeliaan 5 buah Rp 725.000
pembeliaan 10 buah Rp 700.000

Regulator penghemat gas di jual 
terpisah Rp 85.000/buah
BUMITERNAK KLATEN
085229779252
hayu hayu hayu
rahayu engkang sami pinanggih

Tuesday, August 26, 2014

MENGUBAH MOLASES TETES TEBU MENJADI PROTEASE

No comments:
Molases jadi protease
Sejak tahun 1999 berhasil dikembangkan teknologi pembuatan enzim dari molases, yaitu limbah proses pengolahan tebu di pabrik gula. Menurut Dr Siswa Setyahadi, peneliti biokatalis dan metabolit sekunder di Puslitbang tersebut, dengan mencampurkan mikroba Bacillus megaterium, maka molases itu akan habis dimakannya.

Ekskresi yang dikeluarkan strain bakteri itu berupa enzim yang disebut protease. Inti dari proses pembuatan enzim itu adalah mikroba yang berhasil diisolasi dari alam strain Bacillus megaterium DSM 319 SE, yang diperoleh melalui kerja sama antara Puslitbang Teknologi Bioindustri BPPT dan Universitas Munster, Jerman. Dalam uji coba pada skala industri menggunakan molases dari pabrik gula di Lampung dihasilkan 2.000 liter protease per minggu.

Selain dengan molases, peneliti di Puslitbang Bioteknologi LIPI, NR Prayitno dan rekan membuktikan, limbah cair tahu juga dapat diolah menjadi enzim yang sama dengan menggunakan bakteri atau isolat termofilik lokal, yang merupakan koleksi dari Puslitbang tersebut.
Diketahui produksi enzim protease tertinggi diperoleh pada media limbah cair tahu ditambah akuades. Enzim protease alkalin yang dihasilkan isolat 58 lebih tinggi daripada yang dihasilkan biak acuan strain bakteri Bacillus licheniformis BCC 0607.


Di pasaran selama ini enzim protease dipasok oleh perusahaan raksasa dunia, antara lain Novo (Denmark), Gist Brocades/DSM (Belanda) yang bekerja sama dengan Genencor Internasional (Amerika). Selain itu, juga ada Boehringer (Jerman), Amano (Jepang), dan Wuxi (Cina).